Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 11 September 2009

Damai Di Bumi

Kita adalah penghuni, bukan pemilik, maknanya kepemilikan pada dunia ini bukan milik kita sepenuhnya. Namun siapa sebenarnya pemilik bumi yang indah, dengan semua asesoris didalamnya. Mungkin tidak ada satupun individu yang tidak tahu, siapa pemilik tempat yang kita tempati ini. Dia adalah Allah, pencipta (creator-Khaliq), yang maha kuasa, bijaksana dan maha pemurah. Kemungkinan yang paling mungkin yang terlupakan adalah bagaimana mensyukuri dan bentuk kegiatan rasa syukur kita kepada sang pencipta. Karena, pada satu sisi kita tahu dan kenal siapa pencipta dan dalam waktu bersamaan kita tidak memahami bagaimana menterjemahkan rasa syukur, kemuliaan dan kemurahan yang diberikan. Kita juga mempunyai hak atas dunia ini, dimana sesungguhnya hak-hak itu diperoleh. Ketika kita analisis lebih dalam lagi, ternyata untuk memperoleh hak-hak itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Apa persyaratan itu, tentu pertanyaan tersebut terus menggelinding. Harus jujur dikatakan "Kewajiban" adalah aspek esensial, cukup signifikan berdampak pada ekeuilibrium alam. Mengapa, manakala hak-hak individu-kolektif tidak berjalan seimbang dengan kewajiban yang harus dikeluarkan. Maka fenomena ini menjadi problem serius bagi keteraturan yang teratur. Manusia baik secara individual maupun komunal, bertugas untuk melakukan pemiliharaan dan perawatan atas lingkungan alam. Kesadaran akan tugas (duty) tersebut menjadi suatu kemestian. Multi Problematika menganga diatas pentas dunia baik serius (kronis) maupun relatif biasa, dan problem ini menyentuh semua aspek kehidupan. Sebagai ilustrasi penulis katakan bahwa politik telah memberikan efek negatif bagi keteraturan alam. Perlu penulis jelaskan juga, politik harus dilihat seca holistik bukan partial. Jika secara holistik dilihat, tentunya aktor politik menjadi unsur terpenting bagi pengemudi mobil politik. Keputusan-keputusan politik, yang endingnya tidak memberikan rasa lega antara dua pihak yang tengah bernegoisasi. Apa yang terjadi, dari tidak tercapainya kompromi politik, perseteruan dan peperangan akan berkumandang. Apa konsekwensi dari semua aktifitas tersebut. Kehancuran bagi keteraturan dunia. Kita sebagai penghuni bukan pemilik sedapat mungkin untuk menjaga, memelihara dan merawat agar kelangsungan keharmonisan, kedamaian, ketentraman dan kenyamanan menjadi teman-teman yang terus tersenyum. semoga...